FUNGSI FORWOT

PROGRAM DAN FUNGSI KONTROL FORWOT

 
Oleh: Sukarman Mustamin
Sent on milis FORWOT: Sun Sep 23, 2007 12:31 pm

 

Dear rekan-rekan Forwot,Usulan cofee morning memang bagus, terutama kalau maksudnya mendekatkan hubungan dengan para ATPM. Tapi buat gw yang lebih penting adalah program Forwot yang berkaitan dengan fungsi kontrol (tentu di bidang otomotif).

 

Ada beberapa hal yang menurut gw perlu mendapat perhatian Forwot, antara lain:

 

1. INDONESIAN MOTOR SHOW. Sebaiknya pengrus Forwot melakukan pertemuan dengan Ketua Gaikindo. Pembicaraan, soal arah dan masa depan IIMS. Menurut pendapat gw, dengan pelaksanaan IIMS setiap tahun, dengan sendirinya akan menggerogoti gengsi event ini. Animo pengunjung akan semakin menurun. Pihak ATPM sendiri gw yakin gak akan siap untuk selalu menghadirkan hal-hal baru dalam pameran. Konkretnya, auto show harunya menjadi barometer pengembangan berbagai aspek, khususnya teknologi di bidang otomotif. Jadi yang dipamerkan lebih ke aspek sustainable di bidang otomotif; teknologi, penemuan baru, dsb. Yang sekarang, IIMS tak lebih sebagai showroom. Padahal kalau kepentingan ini mau diakomodir, gak usah pake bendera IIMS, tapi bisa meng-create event lain. Intinya, IIMS harus berupa sesuatu yang wah, bukan biasa-biasa saja dengan menampilkan produk yang malah sebagian besar sudah exist di market. Indonesia, karena tidak termasuk negara industri otomotif, idealnya menyelenggarakan pameran seperti ini paling cepat 2 tahun sekali.

 

2. PROGRAM EDUKASI WARTAWAN, ini juga terkait dengan Gaikindo. Barangkali bisa melakukan kegiatan yang sinergi antara Forwot-Gaikindo dalam bentuk pelatihan atau peningkatan skill wartawan otomotif. Gw sering baca tulisan yang sangat terlihat secara basic otomotif, tulisan dimaksud sangat lemah dan bahkan salah kaprah. Contoh sederhana, membedakan prinsip kerja dan aplikasi mesin SOHC dengan DOHC pada kendaraan, masih banyak yang keliru. Utilitas sebuah kendaraan. Gw pernah nonton, ada program TV yang menampilkan sebuah produk MPV dengan visual zig-zag, dipelintir, di-spin, dll. Jelas, ini bukan pembelajaran yang benar kepada khalayak, konsumen. Gaikindo dan ATPM sebagai mitra wartawan, harus bersama memikirkan soal seperti ini. Harus disadari, kita gak bisa menunggu seorang wartawan (khususnya yang baru menggeluti dunia otomotif), untuk belajar sendiri tentang aspek-aspek otomotif, khususnya yang terkait dengan teknis. Jadi, harus ada proses akselerasi dalam pembelajaran. Alangkah baiknya, kalau ini dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan dengan modul berjenjang.

 

3. KOMPETENSI WARTAWAN FORWOT. Wartawan yang tergabung dalam Forwot, harusnya punya kompetensi yang lebih dari wartawan non-forwot. Contoh misalnya, kompetensi dalam test drive. Gw masih sering dengar, wartawan yang melakukan test drive terlibat accident. Hal ini seharusnya tidak perlu terjadi, kalau secara teknis wartawan sudah paham dan memiliki kompetensi yang bisa dipertanggung jawabkan. Forwot harus mengeluarkan sertifikat kompetensi dalam proses test drive ini. Di pihak lain, harus ada kesepakatan dengan pihak ATPM, bahwa alokasi kendaraan untuk test drive diprioritaskan kepada wartawan yang sudah memiliki sertifikat kompetensi dimaksud. Ini juga untuk menghindari kerugian terhadap kerusakan kendaraan yang menjadi unit test.Demikian dulu usulan gw, mudah-mudahan Pak De bisa menindaklanjuti dan mulai menyusun langkah-langkah mewujudkan hal ini.

 

salam,

Karman

**********
 
 
Catatan Moderator
Tentang Sukarman Mustamin 
 
Sukarman Mustamin merupakan wartawan senior bidang peliputan otomotif. Pria ini menjadi orang Indonesia dan Asia pertama (selain Jepang) yang masuk dalam daftar wartawan peliput di F1 yang terakreditasi, dan daftar personel PR tim F1 yang diterbitkan oleh Agnes Carlier (1993). Waktu ini terpaut cukup jauh sebelum wartawan Asia lainnya, seperti Malaysia, India dan sebagainya mendapat akreditasi peliputan F1. 
 
Tahun 1994, Sukarman bergabung dengan tim wartawan dan personel senior F1 yang dikenal dengan kelompok “Old House’ (un-official). Mereka ini terdiri atas Gerard ‘Jabby’ Crombac (Almarhum), Martin Whitaker (pernah sebagai Media Delegate FIA), Ian Hutchinson (pensiun dan sekarang punya ranch di Australia), Eric Silbermann, Agnes Carlier beserta suaminya, Monsieur Laborderie, Keith & Mark Sutton, Jad Sherif (photographer), dll. 
 
Di tahun 1994 itu, Sukarman sekaligus mendapat akreditasi tertinggi berupa ID-card untuk Start Line. Artinya, dia boleh masuk sampai grid, berbicara dengan pembalap, jalan bersama Bernie Ecclestone, hingga 10 menit sebelum balapan dimulai. Waktu itu, ID card F1 sangat sulit karena harus mendapatkan rekomendasi dari tim atau wartawan senior lainnya. Persoalannya, Sukarman tak ingat siapa wartawan Indonesia pertama yang diberikan rekomendasi oleh dirinya untuk meliput F1. 
 
Momen paling penting yang Sukarman dapat tahun 1994, ketika dia menjadi wartawan Indonesia satu-satunya yang menyaksikan tragedi tewasnya Senna di sirkuit Imola, 1 Mei 1994. Padahal 4 hari sebelumnya, 26 April 1994, Sukarman diundang Senna menghadiri peluncuran sepeda gunung bermerek Senna hasil kerja sama dengan Carraro Cycli di Padova, Italia. Tragedi ini sekaligus menggagalkan rencananya meliput CART di Indianapolis Speedway.
 
Padahal, atas rekomendasi para wartawan sepuh di F1, Sukarman sudah dapat fax konfirmasi bahwa akreditasinya disetujui oleh CART. Ini juga merupakan akreditasi ID-Card pertama yang dikeluarkan CART untuk wartawan Asia. Jadi, Sukarman sebagai wartawan Indonesia, boleh merasa sombong dari wartawan Malaysia yang kelihatannya sekarang ini merasa lebih tahu tentang F1. Sementara mereka baru mengenal F1 sekitar tahun 1998 atau 1999. 

Responses

  1. bung karman,

    uups…., perlu dipertimbangkan usulannya. sehingga para wartawan otomotif tidak gatek dan asal.

  2. Undngan preskon `international auto parts,accesories and equip exhibition & conference`jumat pk. 10:00 pusat niaga lt.6 arena PRJ kemayoran jkt…maaf kl salah posting

  3. Mohon maaf numpang posting, mohon info contact person untuk kami undang dalam Press Release pd tanggal 9 desember 09 .Acara : Seri 3 Kejurnas Time Rally. Contact : desy (081553483528). tq


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.